Home Top Ad

Siap membantu para takmir

Mengoptimalkan Fungsi Masjid LD FIAD Adakan Silaturahmi Dengan Takmir Masjid Se-Surabaya | Berita Berkemajuan

Share:

Ustadz Imam Ghozali memberi tausiyah dalam silaturahmi Takmir Masjid Se Surabaya (Habibie)

LDFIAD.CO-Lembaga dakwah FIAD sudah membagi 100 paket sembako kepada Muballigh FIAD yang ada di Kota Surabaya, sedangkan untuk Muballigh FIAD yang ada diluar kota Surabaya belum bisa kami bantu mengingat biaya yang besar untuk kesana.

Demikian disampaikan Ketua Lembaga Dakwah FIAD Kota Surabaya Ustadz Imam Ghozali, MM dalam Silaturahmi LD FIAD Surabaya dengan Takmir Masjid Se Surabaya melalui Zoom Meeting, Ahad (07/5/2020).

Ustadz Imam Ghozali, menyampaikan, di dalam New Normal ini banyak sekali peraturan-peraturan yang harus dijalankan. "Peraturan tersebut sudah disampaikan oleh Tim MCCC PDM Kota Surabaya sebagaimana berikut:

PROTOKOL KESEHATAN MASJID/MUSHOLLA MUHAMMADIYAH DAN PANDUAN SHALAT BERJAMA’AH DI MASJID/MUSHOLLA MUHAMMADIYAH DALAM MASA PANDEMI COVID-19

A. Protokol Kesehatan  Masjid/Mushalla Muhammadiyah Dalam Masa Pandemi Covid-19

1. Menyediakan tempat cuci tangan dan hand sanitizer

2. Menjaga kebersihan Masjid (tempat wudlu dan toilet lantai dan melakukan penyemprotan disinfektan secara teratur dan berkala setelah pelaksanaan sholat).

3. Dianjurkan tidak memakai karpet agar mudah dalam pembersihan lantai.

4. Membuka jendela dan menghindari penggunaan AC.

5. Senantiasa memberikan himbauan kepada jama’ah yang bersifat edukasi seperti tidak bergerombol dan jaga jarak

6. Membatasi jama’ah maksimal 30 % dari kapasitas masjid.

7. Melakukan screening jama’ah, yang suhunya diatas 37,5 oC, atau sedang sakit, batuk, demam, sesak napas dan mengalami gejala flu dianjurkan periksa kesehatan dan dianjurkan sholat dirumah hingga dinyatakan sembuh.

8. Mengatur jarak shaf dan memberi tanda tempat jama’ah melakukan shalat minimal 1,5 – 2 meter.

9. Membatasi waktu khutbah Jum’at maksimal 10 Menit dan surat yang dibaca saat shalat yang pendek-pendek.

10. Masjid diupayakan hanya untuk jama’ah setempat.

11. Masjid dibuka 10 menit sebelum adzan dan ditutup setelah shalat selesai. Shalat sunnah dilaksanakan di rumah masing-masing.

12. Shalat Jum’at, jika jama’ah lebih dari kapasitas masjid 30 %, maka shalat dapat dilaksanakan dengan 2 gelombang dengan tetap mengikuti protokol kesehatan.

13. Khotib memakai facesheild

14. Mic Speaker diberi pembungkus dan diganti setiap selesai dipakai.

15. Ikut mengawasi penyebaran/penularan covid-19 dan melakukan upaya tanggap/melaporkan jika ada jama’ah/warga/masyarakat dicurigai terdampak virus covid-19 khususnya disekitar masjid/mushalla.

16. Apabila ada peningkatan kasus covid-19 di suatu daerah, maka disarankan daerah tersebut melakukan ibadah dirumah.

B. Panduan Shalat Berjama’ah Di Masjid Muhammadiyah Dalam Masa Pandemi Covid-19 Dirumah

Sebelum Berangkat Ke Masjid

1. Cuci tangan dengan sabun

2. Jama’ah berwudlu dari rumah

3. Memakai masker standard

4. Membawa sajadah atau sajadah sendiri atau kelengkapan lain dari rumah

5. Tidak membawa anak-anak

6. Orang tua dan orang sakit shalat dirumah

7. Sholat sunnah dilaksanakan di rumah

8. Membawa tas kresek dari rumah untuk tempat sandal

Pada Saat Di Masjid

1. Sebelum masuk masjid ada pemeriksaan suhu

2. Cuci tangan dan dilap menggunakan tissue – memakai hand sanitizer

3. Tidak bergerombol/berkumpul

4. Menjaga jarak shaf 1,5 – 2 meter

5. Tidak menyentuh barang-barang dimasjid

6. Tidak berjabat tangan

7. Memperhatikan arahan pimpinan setempat

Dirumah Setelah Berangkat Ke Masjid

1. Mencuci tangan dan kaki

2. Diutamakan untuk mandi

3. Segera mengganti pakaian.

"Ini sumber dari MCCC PDM Surabaya," tutur Dosen UPN Kota Surabaya itu.

Sementara itu Dr Hamzah Tualeka menambahkan, marilah kita berupaya untuk terus mengembangkan dakwah FIAD. FIAD ini telah lahir sejak 56 tahun yang lalu. "Banyak peristiwa dan dinamika FIAD yang berkembang di tengah sosial masyarakat penuh dengan perubahan, apalagi ditengah musim corona ini," katanya.

"Saat ini kehidupan FIAD dalam COVID-19 ditengah kehidupan ini akan menimbulkan kontroversi, maka kemudian bagaimana Muballigh FIAD hadir memberikan solusi kepada Umat," ujarnya.

Menurut Dia, Pada saat ini Allah sedang menguji keimanan kita semua, bagaimana kemudian takmir tetap istiqomah memberikan pelayanan terbaiknya kepada Umat. "Pelayanan diberikan sesuai protokol kesehatan yang sudah disampaikan oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya," tukasnya. (Habibie)

Tidak ada komentar