Home Top Ad

Siap membantu para takmir

Empat Langkah Mengatasi Kemiskinan

Share:

LDFIAD.CO-Mukmin yang kuat itu lebih dicintai oleh Allah daripada mukmin yang lemah

Demikian disampaikan Ketua Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shodaqoh (Lazismu) Surabaya Sunarko, MSi dalam pengajian Ahad Pagi Majelis Tabligh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kenjeran di masjid Al Amin Jl Platuk Gang Langgar No 15 Kenjeran Surabaya, Ahad (16/12/18).

Menurut Sunarko, islam bukanlah agama yang mensucikan kemiskinan. "Islam menolak pendirian  golongan jabariyah atau kaum fatalis yang menyatakan bahwa kemiskinan merupakan takdir tuhan yang tidak membutuhkan obat atau dokter didalam penyembuhan, islam juga menolak pendirian golongan roksumaliyah atau kaum kapitalis yang menyatakan bahwa kemiskinan merupakan takdir Allah yang penanggulangannyapun merupakan tanggung jawab simiskin itu sendiri ,"ungkapnya.

Islam itu, sambungnya, justru menganggap bahwa kekayaan merupakan nikmat dan karunia dari Allah yang patut di ayukuri. "karenanya mukmin yang kuat itu lebih dicintai oleh Allah daripada mukmin yang lemah. Kuat tidak hanya dari sisi iman, aqidah tetapi juga kuat dari sisi bisnis, politik, ekonomi dan sebagainya.

"Bahkan hadits-hadits nabi menjelaskan bahwa kemiskinan sampai merusak iman dan aqidah seseorang, bagaimana kemiskinan sudah bisa merusak etika dan moral seseorang dalam ruang lingkup kehidupan berkeluarga, kehidupan masyarakat maupun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara," jelasnya.

Kasi Rehabilitasi Anak dan Lanjut Usia Dinas Sosial Kota Surabaya menekankan, banyak diantara saudara kita yang diuji oleh Allah berupa kekurangan materi, berupa kemiskinan lebih-lebih tidak dibentengi dengan iman dan aqidah yang kuat diantara saudara kita itu mengambil jalan pintas. "Mereka mencari rezeki-rezeki dengan cara yang walupun itu diharamkan oleh Allah. Ada yang mencuri, menjambret, menjarah milik orang lain bahkan tidak sedikit mereka yang diuji kekurangan materi ada seorang ibu atau seorang ayah yang tega menjual bayinya, seorang suami yang tega menjual istrinya ada juga seseorang yang bakerja sebagai pekerja seks komersial karena itu tuntutan ekonomi," ujarnya.

Konsepsi islam dalam pengentasan kemiskinan mengaskan bahwa diantara jalan-jalan islam dalam pengentasan kemiskinan itu antara lain dengan *Pertama*. Bakerja. Bakerja merupakan senjata kaum Mukminin dalam memerangi kemiskinan. "Konsep Al Quran mengajarkan kepada umat islam untuk bakerja keras, bakerja cerdas, bakerja ikhlas dan bekerja tuntas. Bukan bermalas-malasan, karena bermalas-malasan adalah sifatnya syaithon.

"Etos kerja kaum Mukminin dalam Al Quran adalah etos kerja terbaik, bertawakkal seperti tawakkalnya burung, dimana burung sudah keluar dari sarangnya pada pagi hari untuk mencari karunia Allah dan kemudian burungpun kembali pada petang hari ia sudah dalam keadaan kenyang. Islam juga tidak mengajarkan kepada umatnya untuk menjadi peminta-minta atau pengemis karena tangan yang diatas lebih mulia daripada tangan yang dibawah," terangnya.

Konsep yang kedua, katanya, peningkatan ilmu pengatahuan dan teknologi. "Umat islam harus pintar, cerdas dalam berbagai ilmu pengatahuan dan menguasai ilmu teknologi karena alquran mengajarkan bahwa Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu pengatahuan beberapa derajat seperti yang tertera didalam surat almujadalah ayat 11 itu," tambah pria kelahiran Banyuwangi ini.

Ketiga, kata dia, konsep dengan gerakan zakat, infaq dan shodaqah dan dana sosial keagamaan lainnya. "Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam surat At Taubah ayat 103 yakni "Ambillah zakat dari harta mereka guna membersihkan dan menyucikan mereka dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doamu itu (menumbuhkan) ketenteraman jiwa bagi mereka. Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui," ujarnya sambil membacakan ayat itu.

Keempat, yang terahir, konsep peningkatan iman dan taqwa. "Setelah bekerja keras, kemudian peningkatan sumber daya insani dan juga Ziska maka yang lebih utama lagi adalah dengan peningkatan iman dan taqwa kepada Allah Swt sesuai dengan firman Allah dalam surat ayat 96 yaitu yang artinya "Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi ternyata mereka mendustakan ayat-ayat Kami, maka Kami siksa mereka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan," ucapnya. (habibie)

Tidak ada komentar